17 Lagu Lawas ‘90an Yang Ternyata Bertema Feminisme. Dari KDRT sampai Seks Konsensual

 

Di tahun ’90an, saya masih cupu dan buta soal feminisme. Tapi kultur pop sedikit demi sedikit mengajarkan tentang tantangan menjadi perempuan sekaligus pentingnya memahami intersectional feminism (beda budaya, beda tantangan keadilan. Contoh, tantangan perempuan Jakarta, beda dengan perempuan di Papua). Konsep Girl Power yang diusung Spice Girls, sexual liberation ala Madonna, badass beauty seperti TLC, Alanis Morisette yang tak ragu menyuarakan kegeramannya. The 90’s is a great year indeed. Wannabe dari Spice Girls adalah lagu kebangsaan perempuan pada masa tersebut. Selain Wannabe, ada banyak lagu-lagu lain di tahun ’90an yang ternyata berbicara tentang isu feminisme.

1. 2 Become 1 by Spice Girls.

Notable lyrics: Be a little bit wiser baby put it on put it on
‘Cause tonight is the night when two become one
Feminist Factor: Ini lagu yang mengajarkan pendidikan seksual cukup penting buat saya. Perempuan berhak punya inisiatif dalam berhubungan seks, pentingnya konsensual seks (mau sama mau dan enak sama enak) serta boleh bersikeras meminta pasangan memakai kondom.

2. Unpretty by TLC

Notable lyrics: You can buy your hair if it won’t grow
You can fix your nose if he says so
You can buy all the make up that M.A.C. can make
But if you can’t look inside you
Find out who am I too
Be in the position to make me feel so
Damn unpretty
Feminist Factor: Menceritakan derita perempuan yang kerap dituntut tampil cantik demi menarik perhatian lelaki. Ingat banget dulu sering nyanyiin lagu ini sambil berkaca karena memang merasa cupu bila dibandingkan cewek-cewek populer di sekolah.

3. You Learn by Alanis Morisette

Notable lyrics: You live you learn, you love you learn
You cry you learn, you lose you learn
You bleed you learn, you scream you learn
Feminist Factor: Sebagai perempuan seringkali kita harus menahan diri karena tuntutan norma sosial. Ini lagu katarsis dan mendorong perempuan mengambil risiko karena apapun yang terjadi, akan selalu ada pelajaran yang dipetik.

4. Bitch by Meredith Brooks

Notable lyrics: I’m a bitch, I’m a lover
I’m a child, I’m a mother
I’m a sinner, I’m a saint
I do not feel ashamed
I’m your hell, I’m your dream
I’m nothing in between
Feminist Factor: Sebelum di slut shaming, Meredith sudah men-slut shaming dirinya. Ironi yang justru mengajarkan bahwa perempuan punya banyak peran dalam hidupnya dan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi.

5. You Gotta Be by Des’re

Notable lyrics: Herald what your mother said
Read the books your father read
Try to solve the puzzles in your own sweet time
Some may have more cash than you
Others take a different view
Feminist Factor: Perempuan sering dipaksa mengikuti norma sosial yang berlaku. Dari sifat tertentu (lembut, feminine) sampai tuntutan menikah dan punya anak. Terima kasih Des’re atas nasihatnya agar jangan terpaku pada standar orang lain.

6. What’s Up by 4 Non Blondes

Notable lyrics: I realized quickly when I knew I should
That the world was made up of this brotherhood of man
For whatever that means
And so I cry sometimes
When I’m lying in bed just to get it all out
What’s in my head
And I, I am feeling a little peculiar
Feminist Factor: Perempuan yang akhirnya sadar bumi tempatnya hidup adalah dunia lelaki. Kalau istilah kerennya sekarang, ‘woke.’

7. The Sign by Ace of Base

Notable lyrics: I saw the sign and it opened up my eyes, I saw the sign
No one’s gonna drag you up to get into the light where you belong
Feminist Factor: Walaupun nih lagu candy pop banget, tapi motivating banget. Menceritakan keberhasilan perempuan lepas dari hubungan yang beracun.

8. I Don’t Want To Wait by Paula Cole

Notable lyrics: All we have is this very moment
And I don’t want to do what
His father and his father and his father did
I want to be here now
Feminist Factor: Dirusak oleh Dawson’s Creek sehingga mengesankan ini lagu cuma mendorong rasa percaya diri saja. Kalau kita cek seluruh liriknya, Paula menyuarakan suara mereka yang berasal dari latar belakang keluarga abusive. Dengan lantang ia berkata akan menghentikan lingkaran setan kekerasan di keluarganya.

9. Free To Decide by The Cranberries

Notable lyrics: So return to where to where you came from
Return to where you dwell
Because harassment’s not my forte
But you do it bloody well
And I’m free to decide
Feminist Factor: Seperti judulnya, sebuah hubungan seharusnya bebas dari kekerasan. Bila tidak, segeralah pergi!

10. The Trick is To Keep Breathing by Garbage

Notable lyrics: Can’t bear to face the truth
So sick he cannot move
And when it hurts he takes it out on you
Feminist Factor: Membuat pendengarnya berempati pada korban kekerasan dalam ranah personal. Tidak semudah itu mereka pergi dari hubungan abusive. Seringkali untuk bertahan hidup, sesederhana menjaga diri tetap bernapas.

11. Bills, Bills, Bills by Destiny’s Child

Notable lyrics: Going on shopping sprees perpetrating to your friends that you be balling
And then you use my cell phone
Calling whoever that you think at home
And then when the bill comes all of a sudden you be acting dumb
Feminist Factor: Tentu saja Destiny’s Child wajb hukumnya masuk daftar ini. Lagu ini penting karena memperkenalkan salah satu jenis KDRT yang umum terjadi adalah kekerasan finansial.

12. Human Nature by Madonna

Notable lyrics: You wouldn’t let me say the words I longed to say
You didn’t want to see life through my eyes
(Express yourself, don’t repress yourself)
You tried to shove me back inside your narrow room
And silence me with bitterness and lies
Feminist Factor: Madonna adalah lambang kebebasan berekspresi seksual di era ‘90an. She doesn’t give a damn about other people’s opinion. Tapi sudah seberani itu saja dia masih mengalami KDRT saat bersama Sean Penn ☹. Liriknya merupakan upaya perempuan menikmati seksualitasnya atau dukungan pada LGBTQ untuk keluar dari ‘kotak.’ After all it’s human nature.

13. Just A Girl by No Doubt

Notable lyrics: Oh I’m just a girl, living in captivity
Your rule of thumb
Make me worry some
Oh I’m just a girl, what’s my destiny?
What I’ve succumbed to
Is making me numb
Feminist Factor: Nyaris semua perempuan pernah mengalami yang diteriakkan Gwen Stefanie. Merasa terkungkung, harus jadi perempuan yang sopan, takut pakai baju yang menarik perhatian tak diinginkan, cita-cita pun diatur. ‘I’ve had it up to here!’ jeritnya pada patriarki.

14. Glory Box by Portishead

Notable lyrics: It’s all I wanna be is all a woman
For this is the beginning
Of forever and ever
It’s time to move over
It’s all I wanna be
Feminist Factor: Setting video klipnya yang seperti film kelas B jadul, menunjukkan setting tahun 1980-an memperlihatkan perempuan hanya bermakna bila disandingkan dengan lelaki. Vokalis band trip hop ini, Beth Gibbons, memuntahkan kemuakkannya, “I just wanna be a woman.”

15. Lightning Crashes by Live

Notable lyrics: Lightning crashes, a new mother cries
Her placenta falls to the floor
The angel opens her eyes
The confusion sets in
Before the doctor can even close the door
Feminist Factor: Sejak pertama kali melihat video klip sekaligus mendengar liriknya, saya tergetar pada penggambaran kekuatan perempuan saat melahirkan. Live juga menceritakan prinsip hidup yang merupakan keseimbangan antara kelahiran dan kematian Malaikat yang ada di video klipnya penampilannya androgyny before it was cool.

16. Free Your Mind by En Vogue

Notable lyrics: I wear tight clothing, high heeled shoes
It doesn’t mean that I’m a prostitute, no no
I like rap music, wear hip hop clothes
That doesn’t mean that I’m out sellin’ dope no no
Feminist Factor: Idgaf (bahasa millenials, singkatan dari I don’t give a fuck-red) attitude at its best.

17. Doo Wop (That Thing) by Lauryn Hill

Notable lyrics: Girlfriend, let me break it down for you again
You know I only say it ’cause I’m truly genuine
Don’t be a hardrock when you’re really a gem
Feminist Factor: Dari video klipnya kita belajar budaya Afrika-Amerika di New York di tahun 1967 dan 1998. Meskipun sudah berbeda lebih dari dua dekade, patriarki masih nyata. Lauryn mengingatkan perempuan tentang self respect sekaligus ngomelin laki-laki yang suka KDRT.

 

Dengarkan deretan lagu-lagu ini dalam playlist saya di sini. Sekalian follow juga boleh *ngiklan*

 

Sumber foto utama dari sini.

Note:

Ini adalah tulisan ke tiga belas dari 16 tulisan tentang kekerasan terhadap perempuan yang saya buat untuk menantang diri sendiri sekaligus meramaikan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang diadakan tanggal 25 November – 10 Desember 2017

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *