Dear Agnez Mo, Menjauhlah Dari Chris Brown

Dear Agnez Mo,

Perkenalkan saya, Trinzi. Hanya retakan tembok di kostan bila dibandingkan karirmu yang cemerlang. Saya ucapkan selamat atas video klip As Long As I Get Paid yang sudah ditonton hingga 19 juta kali di Youtube yang menjadi penanda dirlisnya album debut internasional dirimu yang pertama. Dua puluh lima tahun berkiprah di dunia hiburan, semangatmu untuk terus maju dan melebarkan sayap ke dunia internasional tidak pernah padam. Dari menjadi host Tralala Trilili, bintang sinetron Pernikahan Dini hingga duet bersama Timbaland.  Sungguh saya sangat salut.

 

Agnez Mo yang baik,

Ini kali kedua saya menulis surat untuk selebriti. Pertama kali saya lakukan puluhan tahun lalu untuk Jordan Knight dari New Kids On The Block. Tidak pernah dibalas. Saya yakin surat ini juga tidak akan kamu balas. Namun setidaknya di era digital sekarang, ada harapan kecil yang berpendar-pendar agar surat ini bisa kamu baca *berdoa khusyuk di pojokan*

Sebelumnya saya mohon maaf sudah sembarangan mengintervensi kehidupanmu. Saya benar-benar tidak mampu menahan diri menuliskan surat ini setelah mengamati topik pembicaraan tentangmu yang semakin memanas di jagat raya. Tidak hanya tentang sepak terjangmu yang sedang rekaman di Amerika. Tapi juga tentang penampilanmu saat menghadiri pesta ultah DJ Khaleed yang mengundang pro kontra netizen. Bagi yang kontra dan menganggap penampilanmu ‘kurang sopan,’ kuyakin kamu tak akan ambil pusing, malah cenderung menganggap komen mereka sekadar kentut tak berbau. Your body, your choice. Mereka yang berpakaian lebih tertutup dari kamu, belum tentu hatinya lebih baik.

 

Agnez Mo yang tersayang,

Tujuan utama saya menulis surat ini adalah mengenai kedekatanmu dengan Chris Brown. Mungkin kamu dan dia benar-benar menjalin hubungan asmara, mungkin juga dia hanya teman yang mendukung karirmu. Apapun itu, foto-foto kebersamaan kalian membuktikan ada kedekatan yang sedang terjadi. Warganet pun tak tinggal diam. Ada yang sedih karena mengindikasikan kamu putus dengan pacarmu. Ada yang merestui. Ada yang iri. Ada yang teteup jualan pemutih dan pengurus badan di kolom komentar media sosialmu. Ada juga yang mengingatkan agar kamu berhati-hati dengan Chris Brown mengingat rekam jejaknya melakukan kekerasan terhadap perempuan. Saya termasuk yang terakhir.

                                              Sumber foto dari sini.

Insiden Chris Brown memukul Rihanna memang sudah delapan tahun berlalu. Bahkan setelah itu mereka sempat colab dalam dua lagu di tahun 2012, Nobody’s Business dan Birthday Cake (Remix). Tapi apakah ini berarti Chris Brown sudah insyaf melakukan kekerasan terhadap perempuan?

Dua tahun setelah divonis bersalah karena menyerang Rihanna, Chris Brown diwawancari oleh Robin Roberts di acara Good Morning America. Ketika pewawancara mulai menanyakan perihal kekerasan di ranah personal, Brown meninggalkan tempat dengan penuh amarah bahkan memecahkan kaca di ruang ganti.

Setahun kemudian Brown mengambil paksa handphone Christal Shanae Spann, yang memotret dirinya di luar club. Spann melaporkan Brown ke polisi dengan tuntutan penjambretan.

Di tahun 2013, giliran Deeana Gines menuntut Chris Brown telah mendorongnya di club hingga ligamen di lutut kirinya robek.

Tahun berikutnya, 2016, jadi tahun yang lebih heboh lagi bagi Chris Brown karena ada tiga tuduhan kekerasan yang diajukan padanya. Liziane Gutierrez menuduh Brown memukul wajahnya saat mencoba berfoto berdua. Tuduhan tersebut memang dipatahkan oleh pengadilan karena tidak cukup bukti. Brown bereaksi dengan mem-posting (tapi lantas menghapus) video di Instagram yang mengatakan Gutierrez ‘mungkin terlalu jelek’ untuk bisa masuk ke pesta. Bulan Juni 2016, Nancy Ghosh, manajer tur, memutuskan mengundurkan diri secara tiba-tiba karena menghadapi kekerasan verbal yang dilakukan Brown. Insiden berikutnya terjadi di bulan Agustus 2016. Brown menodongkan pistol kepada Baylee Curran dan mengusirnya dari rumah. Brown menuduh Baylee hendak mengambil perhiasannya. Tuduhan itu terbukti tidak benar.

Skandal paling terbaru pada bulan Juni 2017 melibatkan Karrueche Tran yang sempat menjalin hubungan on and off dengan Brown dari 2010-2015. Pengadilan mengabulkan tuntutan Tran untuk menerbitkan surat perintah perlindungan dari Brown yang berlaku selama lima tahun ke depan. Tran menunjukkan bukti-bukti bahwa Brown pernah memukul, mengancam akan membunuh dan memintanya untuk mengembalikan semua perhiasan yang pernah diberikan padanya. Lagi-lagi Brown mem-posting pernyataan di media sosial lalu menghapusnya. Pesan yang dihapusnya merupakan ajakan pada followers-nya agar tidak mendengarkan ‘all this bullshit.’

 

Agnez Mo yang tercinta,

Perilaku yang ditunjukkan Chris Brown selama bertahun-tahun belakangan menunjukkan dirinya adalah pelaku kekerasan terhadap perempuan secara berantai. Menurut studi Association of Chief Police Officers di Inggris, mereka yang masuk dalam definisi ini melakukan kekerasan terhadap lebih dua perempuan yang tidak saling berhubungan. Riset yang dilakukan terhadap 1300 kasus kekerasan domestik di Bronx, Amerika, membuktikan semakin lama waktu berlalu, semakin banyak pelaku yang kembali melakukan kekerasan. Setelah dua tahun berlalu, 62% pelaku kekerasan akan mengulangi tindakannya.

Riset lain pun membuktikan dari 356 pelaku kekerasan terhadap perempuan yang terbukti bersalah, 18% akan mengulangi tindakannya kepada orang yang berbeda. FYI, deretan kekerasan di atas belum termasuk yang Chris Brown lakukan kepada lelaki. Di antaranya terhadap manajernya. Seorang mantan pegawainya yang perempuan pernah berkata pada Billboard,  “Menurutku dia tidak membenci perempuan. Sebenarnya ia lelaki yang manis dan sensitif. Tapi perempuan adalah target yang gampang buatnya dan dia suka merundung. Tidak hanya perempuan, tapi semua orang dan dia bisa lolos dari semua itu.”

 


Kita memang tidak bisa menampik lagu-lagu yang diciptakan Chris Brown mengingatkan kita pada karya Michael Jackson dalam versi modern. Suara tenornya yang merdu. Tubuhnya yang liat dan berenergi. Gerak tariannya yang lentur sekaligus menghentak. Tapi bukan berarti dia bebas jadi bgst kan.

 

 

Agnez Mo yang kreatif,

Kedekatanmu dengan Chris Brown mungkin sekadar publicity stunt demi mendapat perhatian masyarakat internasional. Tapi dari semua seleb Amerika yang bisa membantu karirmu semakin meroket, haruskah dengan Chris Brown? Haruskah menampakkan kedekatan dengan lelaki yang terbukti berulang kali melakukan kekerasan terhadap perempuan?

Kamu tentu tahu ledakan yang diakibatkan gerakan #metoo di Hollywood. Satu persatu lelaki yang berada dalam posisi berkuasa di dunia entertainment karirnya berjatuhan diterpa skandal kekerasan terhadap perempuan. Gerakan #metoo yang menjalar ke seluruh dunia didapuk sebagai kebangkitan perempuan melawan kekerasan yang selama ini sudah tertanam dan bersifat sistemik. Akhirnya kegelisahan perempuan didengar dunia.

Saya menulis surat ini karena kamu adalah salah satu perempuan paling berkuasa yang dikagumi oleh banyak anak muda di Indonesia. Mereka ingin meniru gaya berpakaianmu, warna rambutmu, gerakan tarimu. Lebih jauh lagi mereka terinspirasi dengan ketangguhanmu mengejar impian, kerja kerasmu mencapai kesempurnaan dan kehidupan cintamu.

Agnez Mo yang inspiratif,

Dalam pandangan Agnez Mo Army, kamulah Wonder Woman di kehidupan nyata. Sebagai Wonder Woman, kekuatanmu nyaris tanpa batas. With great power comes great responsibility, kata Spiderman. Satu dari tiga perempuan Indonesia pernah mengalami kekerasan. Dua dari tiga penyintas pemerkosaan di Indonesia mengalaminya saat berusia di bawah 18 tahun. Indonesia menghadapi darurat kekerasan terhadap perempuan. Sekarang adalah saat yang tepat mengedukasi para pengagummu yang mayoritas masih mencari jati diri, agar ikut ambil bagian mengajari perempuan menjadi sosok yang tangguh dan lelaki tidak melakukan kekerasan.

Chris Brown memang pernah minta maaf pada publik tentang insiden pemukulan terhadap Rihanna. Tapi bagaimana dengan insiden-insiden yang lain, termasuk soal ketergantungannya pada obat-obatan terlarang? Efek jera tidak cukup sebatas penjara, para pakar merekomendasikan pelaku kekerasan mengikuti rehabilitasi agar bisa mengendalikan emosi sekaligus memodifikasi perilakunya. Nyatanya Chris Brown justru beberapa kali kabur dan dikeluarkan dari rehab. Pernyataan-pernyataan yang ia sebarkan di media sosial tidak menunjukkan rasa bersalah, malah berupa arogansi yang memamerkan dirinya jauh lebih berkuasa dari para korban.

 

Semoga hatimu terketuk mencontoh tindakan Gal Gadot. Ia dengan tegas menolak bergabung dalam sequel Wonder Woman bila Brett Ratner, yang sedang menghadapi tuntutan pelecehan seksual dari tujuh perempuan, masih menjadi produser film itu.

Agnez Mo yang tersayang,

Kamu pernah berkata, “And I think it’s important for young woman especially nowadays untuk bisa punya sense of power of ourselves.” Berikan kekuatan itu pada para perempuan muda yang menjadi followers-mu. Mereka membutuhkanmu sebagai sosok perempuan yang memiliki pendirian kuat, ambisius dan mandiri. Mereka membutuhkanmu sebagai sosok yang melawan kekerasan terhadap perempuan. Mereka membutuhkanmu sebagai inspirasi bahwa perempuan seharusnya diperlakukan layaknya manusia. Bukan sebagai objek pasif yang bisa direndahkan, diancam dan dipukul seenaknya.

 

 

 

Note:

Bila kamu menjadi korban kekerasan dan butuh tempat konsultasi, hubungi:

  • Yayasan Pulih: Jl. Tlk. Peleng No.63, RT.5/RW.8, 8, Ps. Minggu, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12520. Telp: (021) 78842580
  • Unit Pengaduan Rujukan Komnas Perempuan: Jl. Latuharhari No.4B, RT.1/RW.4, Menteng, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310. Telp: (021) 3903963

 

 

Ini adalah tulisan ke duabelas dari 16 tulisan tentang kekerasan terhadap perempuan yang saya buat untuk menantang diri sendiri sekaligus meramaikan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang diadakan tanggal 25 November – 10 Desember 2017

 

Sumber foto utama dari sini

4 Comments

    1. Ya mungkin saja. Tapi sudah banyak fans dari kedua belah pihak yang baper ngarep mereka pacaran beneran. Yang mengerikan juga fansnya CB ini pada militan. Ada yang terang2an bilang ‘rela dipukulin’ demi bersama CB.

  1. Ya ampun! Dari kemarin saya juga berpikiran hal yang sama. Saya kesal sama dia, karena saya berekspetasi kalau dia bisa jadi salah satu wanita Indonesia yang bisa diandalkan sebagai public figure yang baik untuk generasi sekarang. Tapi ketika saya tau berita ini, entah mereka beneran pacaran, atau cuma temenan ataupun hanya settingan belaka, yang jadi pertanyaan saya, kenapa harus Chris Brown? Saya yakin masih ada penyanyi lain yang lebih dari dia dan memiliki kepribadian yang lebih baik dari seorang Chris Brown. Tapi sayang, dia lebih memilih berhenti di Chris Brown.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *